KALIMAT
Kalimat
Kalimat
adalah kumpulan kata yang setidaknya terdiri atas subjek dan predikat. Kalimat
pun dapat terbentuk dari satu klausa maupun beberapa klausa.Kalimat adalah
gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan
pola intonasi akhir.
Unsur-unsur dalam kalimat :
1. Unsur
Subjek
Subjek
adalah kata benda dalam sebuah kalimat yang dapat berupa nama orang, hewan,
benda, sapaan, dan lain-lain. Contoh subjek dalam suatu kalimat ditandai dengan
kata yang dicetak miring:
Hana adalah teman kami.
Ayah sedang lomba memancing.
Beberapa ciri subjek adalah:
a.
Subjek dapat dicari
dengan menggunakan kata tanya siapa dan apa.
b.
Subjek dapat ditambahkan
akhiran –nya.
c.
Dalam struktur bahasa
Indonesia, subjek pada umumnya berada pada awal kalimat.
d.
Subjek bukan kata ganti
tanya.
2. Unsur
Predikat
Predikat
adalah bagian yang menandai apa yang telah diucapkan atau dituliskan oleh pihak
pertama. Ciri-ciri predikat adalah sebagai berikut:
a.
Predikat menjelaskan
subjek sehingga kalimat menjadi bermakna.
b.
Umumnya, predikat
terletak di sebelah kanan subjek.
c.
Predikat dapat berbentuk
kata kerja (verba), kata benda (nomina), kata depan (preposisi), dan kata sifat
(adjektiva).
3. Unsur
Objek
Objek
adalah hal yang akan menjadi topik pembicaraan.Objek sendiri berfungsi sebagai:
a.
Memperjelas makna dalam
sebuah kalimat.
b.
Membentuk kesatuan dan
kelengkapan pikiran dalam kalimat
c.
Membentuk kalimat utama
pada kalimat berpredikat transitif.
4. Unsur Pelengkap
Pelengkap
merupakan bagian frasa verbal yang membuatnya menjadi predikat lengkap
dalam
sebuah klausa.
Ciri-ciri
pelengkap:
a.
Pelengkap dapat dilalui
oleh preposisi.
b.
Pelengkap dapat berkategori
kata atau frasa nominal, verbal, atau adjketival.
c.
Pelengkap tidak dapat
dipasifkan.
5. Unsur Keterangan.
Keterangan
merupakan suatu bagian pada kalimat yang berfungsi untuk membuat kalimat
menjadi lebih jelas atau memperjelas kalimat.
Berikut
ciri-ciri unsur keterangan:
a.
Keterangan dapat
dihilangkan dalam sebuah kalimat.
b.
Letaknya bisa
berpindah-pindah.
c.
Umumnya, kata atau kelompok
kata didahului kata depan.
Susunan Pola Kalimat Dasar :
1. S-P (Subjek dan Predikat)
2. S-P-O (Subjek, Predikat dan Objek)
3. S-P-Pel (Subjek, Predikat dan Pelengkap)
4. S-P-K (Subjek, Predikat dan Keterangan)
5. S-P-O-K (Subjek, Predikat, Objek dan Keterangan)
6. S-P-O-Pel (Subjek, Predikat, Objek dan Pelengkap)
7. S-P-Pel-K (Subjek,Predikat,Pelengkap dan Keterangan)
8. S-P-O-Pel-K (Subjek, Predikat, Objek, Pelengkap dan Keterangan)
Kalimat Inti dan Inti Kalimat :
1. Kalimat Inti
Kalimat
inti merupakan kalimat yang hanya terdiri dari inti subjek dan inti predikat.
Kalimat inti adalah kalimat yang strukturnya menjadi dasar struktur kalimat.
Orang-orang juga biasa mengenal kalimat inti sebagai kalimat sederhana.
2. Inti Kalimat
Inti
kalimat merupakan unsur-unsur yang wajib ada dalam sebuah struktur kalimat.
Sebuah kalimat wajib memiliki unsur subjek (S) dan predikat (P). Jadi inti
kalimat adalah subjek (S) dan predikat (P).
Kalimat Efektif
Adalah kalimat yang disusun berdasarkan
kaidah-kaidah yang berlaku, seperti unsur-unsur penting yang harus dimiliki
setiap kalimat (subjek dan predikat); memperhatikan ejaan yang disempurnakan;
serta cara memilih kata (diksi) yang tepat dalam kalimat.
Ciri Kalimat Efektif :
-
Memakai diksi yang tepat.
-
Mempunyai unsur pokok atau
penting, minimal Subjek Predikat (SP).
-
Taat kepada tata aturan
ejaan yang disempurnakan (EYD) yang berlaku.
-
Melakukan penekanan ide
pokok.
-
Mengacu kepada
penghematan penggunaan kata.
-
Memakai kesejajaran
bentuk bahasa yang dipakai.
Syarat Kalimat Efektif :
1. Kesatuan
2. Kehematan
3. Keparalelan
4. Kelogisan
5. Kepaduan
6. Ketepatan
Kesalahan dalam Penulisan Kalimat :
1. Pleonastis
Pleonastis
atau pleonasme adalah pemakaian kata yang mubazir (berlebihan), yang
sebenarnya
tidak perlu.
2.
Kontaminasi
3.
Salah pemilihan kata
4.
Salah nalar
5. Pengaruh Bahasa Asing dan Daerah
6. Kata depan yang tidak perlu
Comments
Post a Comment