PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

   Penyempurnaan EBI didasari atas berkembang pesatnya bahasa Indonesia seiring dengan perkembanag teknologi, Sehingga Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia ini dijadikan sebagai landasan dan acuan untuk berbahasa yang benar.

Dalam proses penyempurnaan ejaan bahasa Indonesia yang benar ini,terdapat beberapa ejaan yang pernah dipakai, apa aja ya? 

1. Ejaan Van Ophuijsen
Ejaan ini dimulai sejak tahun 1901 dan masih dapat ditemui dalam teks proklamasi Indonesia pada tahun 1945. Contoh ejaan ini adalah :
       Huruf ‘oe’ untuk penulisan kata-kata seperti goeroe (guru), soekarno

(sukarno), itoe (itu).
      Huruf ‘j’ untuk penulisan kata-kata seperti jang (yang), pajah (payah), daja (daya).

•   Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema seperti ma’moer, ‘akal, ta’, pa’, dinamaï.




2. Ejaan Republik (Ejaan Soewandi)
Ejaan Republik adalah ketentuan ejaan dalam bahasa Indonesia yang berlaku sejak 17 Maret 1947.
Terdapat beberapa perbedaan dari ejaan ini dengan ejaan sebelumnya, yaitu :
 • Huruf oe menjadi u
 • Bunyi hamzah yang tadinya (') menjadi ditulis dengan k
 • Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2

3. Ejaan Yang Disempurnakan
yaitu : C,J,Kh,Ny,Sy,Y,U

4. EYD Revisi Tahun 1987
Sidang ke30 Majelis Bahasa Brunei Darussalam Indonesia-Malaysia di Bandar Seri Begawan, tanggal 4–6 Maret 1991.Keputusan menteri ini menyempurnakan EYD edisi 1975.

5. EYD Revisi tahun 2009
 Dengan dikeluarkannya peraturan menteri tahun 2009 ini, maka EYD edisi 1987 diganti dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

6. Ejaan Bahasa Indonesia revisi tahun 2015
Perbedaan Ejaan Bahasa Indonesia dengan Ejaan yang Disempurnakan adalah:
• Penambahan huruf vokal diftong
• Penggunaan huruf tebal


PELAFALAN

     Pelafalan adalah salah satu bentuk yang diatur dalam ejaan yang merupakan cara pengucapan dalam Bahasa Indonesia. Kesalahan pelafalan dapat terjadi karena lambang (huruf) diucapkan tidak sesuai dengan bunyi yang melambangkan huruf-huruf tersebut. 

PEMAKAIAN HURUF :
1. Huruf Vokal (a,i,u,e,o)
2. Huruf Konsonan (21 huruf)
3. Huruf Diftong (Ai,Au,Ei,Oi)
4. Huruf Kapital
5. Gabungan Huruf Konsonan (Ny,Sy,Ng,Kh)
6. Huruf Miring

PENULISAN KATA 


1. Kata Dasar (ditulis sebagai satu kesatuan kalimat)

2. Kata Berimbuhan
3. Bentuk Terikat (selalu diikuti kata selanjutnya)
4. Bentuk Ulang (ditulis menggunakan tanda hubung (-))
5. Gabungan Kata (ditulis terpisah bagiannya)

STRUKTUR KALIMAT DAN JENISNYA


       Kalimat sebagai satuan bahasa lebih besar daripada kata atau frasa umumnya muncul dalam tulisan atau pembicaraan berupa rangkaian kata yang menyatakan pikiran tertentu yang secara relatif dapat berdiri sendiri, dan intonasinya menunjukkan batasan antara sesamanya.Kalimat disusun berdasarkan unsur-unsur yang berupa kata, frase, atau klausa.

Bagian-bagian pada kalimat :
1. Subjek dan Predikat
2. Objek dan Predikat

Jenis Kalimat :

1. Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal terdiri atas satu subjek dan satu predikat.
2. Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk yanng terbentuk dari penggabungan beberapa kalimat tunggal yang setara kedudukannya dan menyatakan peristiwa yang terjadi secara berturut-turut atau dalam waktu yang bersamaan.
3. Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat merupakan kalimat yang terbentuk dari sebuah kalimat tunggal yang salah satu bagiannya mengalami perluasan atau penggantian.

Jenis Konjungsi :

1. Konjungsi Intrakalimat
2. Konjungsi Antarkalimat


PENULISAN PARAGRAF


        Paragraf adalah satuan bahasa tulis yang terdiri dari beberapa kalimat dan kalimat tersebut harus disusun secara runtut dan sistematis.



Struktur Paragraf
   Berdasarkan fungsinya, kalimat yang membangun paragraf pada dasarnya terdiri atas dua macam, yaitu (1) kalimat topik atau kalimat pokok dan (2) kalimat penjelas atau pendukung.

Tujuan Pembentukan Paragraf

   Paragraf bertujuan memudahkan pengertian dan pemahaman dengan memisahkan pikiran utama yang satu dan pikiran yang lain.

Jenis-Jenis Paragraf

   Berdasarkan fungsi dan wujudnya, paragraf dibagi menjadi tiga jenis, yaitu (1) paragraf pembuka, (2) paragraf pengembang/penghubung, dan (3) paragraf penutup. 

Syarat Pembentukan Paragraf

      Kesatuan pikiran terhadap paragraf satu dengan yang lain, sehingga dalam semua paragraf isinya saling berhubungan
      Koherensi dan kepaduan agar pembaca dapat dengan mudah memahami dan mengikuti jalan pikiran penulis yang tidak loncat-loncat
      Penggunaan repetisi untuk kepdulian kalimat
      Penggunaan kata ganti agar pembaca tidak bosan, kata-kata yang mengacu pada manusia diganti dengan -nya, dia, dll

      Penggunaan kata transisi untuk menghubungkan kalimat satu dengan yang lainnya
Semoga Bermanfaat!
Resume by : Yunita Rizkia (MICE 1A) 

Comments