PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia
Penyempurnaan EBI didasari atas berkembang pesatnya bahasa Indonesia seiring dengan perkembanag teknologi, Sehingga Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia ini dijadikan sebagai landasan dan acuan untuk berbahasa yang benar.
Dalam proses penyempurnaan ejaan bahasa Indonesia yang benar ini,terdapat beberapa ejaan yang pernah dipakai, apa aja ya?
1. Ejaan Van Ophuijsen
Ejaan ini dimulai sejak tahun 1901 dan masih
dapat ditemui dalam teks proklamasi Indonesia pada tahun 1945. Contoh ejaan ini adalah :
(sukarno), itoe (itu).
5. EYD Revisi tahun 2009
6. Ejaan Bahasa Indonesia revisi tahun 2015
PEMAKAIAN HURUF :
1. Huruf Vokal (a,i,u,e,o)
2. Huruf Konsonan (21 huruf)
3. Huruf Diftong (Ai,Au,Ei,Oi)
4. Huruf Kapital
5. Gabungan Huruf Konsonan (Ny,Sy,Ng,Kh)
6. Huruf Miring
PENULISAN KATA
1. Kata Dasar (ditulis sebagai satu kesatuan kalimat)
2. Kata Berimbuhan
3. Bentuk Terikat (selalu diikuti kata selanjutnya)
4. Bentuk Ulang (ditulis menggunakan tanda hubung (-))
5. Gabungan Kata (ditulis terpisah bagiannya)
STRUKTUR KALIMAT DAN JENISNYA
Kalimat sebagai satuan bahasa lebih besar daripada kata atau frasa umumnya muncul dalam tulisan atau pembicaraan berupa rangkaian kata yang menyatakan pikiran tertentu yang secara relatif dapat berdiri sendiri, dan intonasinya menunjukkan batasan antara sesamanya.Kalimat disusun berdasarkan unsur-unsur yang berupa kata, frase, atau klausa.
Bagian-bagian pada kalimat :
1. Subjek dan Predikat
2. Objek dan Predikat
Jenis Kalimat :
1. Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal terdiri atas satu subjek dan satu predikat.
2. Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk yanng terbentuk dari penggabungan beberapa kalimat tunggal yang setara kedudukannya dan menyatakan peristiwa yang terjadi secara berturut-turut atau dalam waktu yang bersamaan.
3. Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat merupakan kalimat yang terbentuk dari sebuah kalimat tunggal yang salah satu bagiannya mengalami perluasan atau penggantian.
Jenis Konjungsi :
1. Konjungsi Intrakalimat
2. Konjungsi Antarkalimat
PENULISAN PARAGRAF
Paragraf adalah satuan bahasa tulis yang terdiri dari beberapa kalimat dan kalimat tersebut harus disusun secara runtut dan sistematis.
Struktur Paragraf
Berdasarkan fungsinya, kalimat yang membangun paragraf pada dasarnya terdiri atas dua macam, yaitu (1) kalimat topik atau kalimat pokok dan (2) kalimat penjelas atau pendukung.
Tujuan Pembentukan Paragraf
Paragraf bertujuan memudahkan pengertian dan pemahaman dengan memisahkan pikiran utama yang satu dan pikiran yang lain.
Jenis-Jenis Paragraf
Berdasarkan fungsi dan wujudnya, paragraf dibagi menjadi tiga jenis, yaitu (1) paragraf pembuka, (2) paragraf pengembang/penghubung, dan (3) paragraf penutup.
Syarat Pembentukan Paragraf
• Huruf
‘oe’ untuk penulisan kata-kata seperti goeroe (guru), soekarno
• Huruf
‘j’ untuk penulisan kata-kata seperti jang (yang), pajah (payah), daja (daya).
• Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda
trema seperti ma’moer, ‘akal, ta’, pa’, dinamaï.
2. Ejaan Republik (Ejaan Soewandi)
Ejaan Republik adalah ketentuan ejaan dalam
bahasa Indonesia yang berlaku sejak 17 Maret 1947.
Terdapat beberapa perbedaan dari ejaan ini dengan ejaan sebelumnya, yaitu :
• Huruf oe menjadi u
• Bunyi hamzah yang tadinya (') menjadi ditulis dengan k
• Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2
3. Ejaan Yang Disempurnakan
yaitu : C,J,Kh,Ny,Sy,Y,U
yaitu : C,J,Kh,Ny,Sy,Y,U
4. EYD Revisi Tahun 1987
Sidang ke30 Majelis Bahasa Brunei Darussalam
Indonesia-Malaysia di Bandar Seri Begawan, tanggal 4–6 Maret 1991.Keputusan
menteri ini menyempurnakan EYD edisi 1975.
5. EYD Revisi tahun 2009
Dengan dikeluarkannya peraturan menteri
tahun 2009 ini, maka EYD edisi 1987 diganti dan dinyatakan tidak berlaku lagi.
6. Ejaan Bahasa Indonesia revisi tahun 2015
Perbedaan Ejaan Bahasa Indonesia dengan Ejaan
yang Disempurnakan adalah:
• Penambahan huruf vokal diftong
• Penggunaan huruf tebal
• Penggunaan huruf tebal
PELAFALAN
Pelafalan adalah salah satu bentuk yang diatur
dalam ejaan yang merupakan cara pengucapan dalam Bahasa Indonesia. Kesalahan
pelafalan dapat terjadi karena lambang (huruf) diucapkan tidak sesuai dengan
bunyi yang melambangkan huruf-huruf tersebut.
1. Huruf Vokal (a,i,u,e,o)
2. Huruf Konsonan (21 huruf)
3. Huruf Diftong (Ai,Au,Ei,Oi)
4. Huruf Kapital
5. Gabungan Huruf Konsonan (Ny,Sy,Ng,Kh)
6. Huruf Miring
PENULISAN KATA
1. Kata Dasar (ditulis sebagai satu kesatuan kalimat)
2. Kata Berimbuhan
3. Bentuk Terikat (selalu diikuti kata selanjutnya)
4. Bentuk Ulang (ditulis menggunakan tanda hubung (-))
5. Gabungan Kata (ditulis terpisah bagiannya)
STRUKTUR KALIMAT DAN JENISNYA
Kalimat sebagai satuan bahasa lebih besar daripada kata atau frasa umumnya muncul dalam tulisan atau pembicaraan berupa rangkaian kata yang menyatakan pikiran tertentu yang secara relatif dapat berdiri sendiri, dan intonasinya menunjukkan batasan antara sesamanya.Kalimat disusun berdasarkan unsur-unsur yang berupa kata, frase, atau klausa.
Bagian-bagian pada kalimat :
1. Subjek dan Predikat
2. Objek dan Predikat
Jenis Kalimat :
1. Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal terdiri atas satu subjek dan satu predikat.
2. Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk yanng terbentuk dari penggabungan beberapa kalimat tunggal yang setara kedudukannya dan menyatakan peristiwa yang terjadi secara berturut-turut atau dalam waktu yang bersamaan.
3. Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat merupakan kalimat yang terbentuk dari sebuah kalimat tunggal yang salah satu bagiannya mengalami perluasan atau penggantian.
Jenis Konjungsi :
1. Konjungsi Intrakalimat
2. Konjungsi Antarkalimat
PENULISAN PARAGRAF
Paragraf adalah satuan bahasa tulis yang terdiri dari beberapa kalimat dan kalimat tersebut harus disusun secara runtut dan sistematis.
Struktur Paragraf
Berdasarkan fungsinya, kalimat yang membangun paragraf pada dasarnya terdiri atas dua macam, yaitu (1) kalimat topik atau kalimat pokok dan (2) kalimat penjelas atau pendukung.
Tujuan Pembentukan Paragraf
Paragraf bertujuan memudahkan pengertian dan pemahaman dengan memisahkan pikiran utama yang satu dan pikiran yang lain.
Jenis-Jenis Paragraf
Berdasarkan fungsi dan wujudnya, paragraf dibagi menjadi tiga jenis, yaitu (1) paragraf pembuka, (2) paragraf pengembang/penghubung, dan (3) paragraf penutup.
Syarat Pembentukan Paragraf
• Kesatuan
pikiran terhadap paragraf satu dengan yang lain, sehingga dalam semua paragraf
isinya saling berhubungan
• Koherensi
dan kepaduan agar pembaca dapat dengan mudah memahami dan mengikuti jalan
pikiran penulis yang tidak loncat-loncat
• Penggunaan
repetisi untuk kepdulian kalimat
• Penggunaan
kata ganti agar pembaca tidak bosan, kata-kata yang mengacu pada manusia
diganti dengan -nya, dia, dll
• Penggunaan
kata transisi untuk menghubungkan kalimat satu dengan yang lainnya
Semoga Bermanfaat!
Resume by : Yunita Rizkia (MICE 1A)
Comments
Post a Comment